Sebagai bagian dari komitmen untuk mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan industri berbasis riset di Indonesia, SIG kembali menyelenggarakan webinar edukatif yang kali ini mengusung tema: “Level-Up The Game! Jamu Menjadi OHT, OHT Menjadi Fitofarmaka. Webinar ke-17 ini dilaksanakan pada Rabu, 4 Juni 2025 dan menghadirkan narasumber luar biasa diantaranya Prof. Dr. Apt. Abdul Munim, M.Si selaku guru besar Universitas Indonesia, Ibu Dian Putri Anggraweni, S.Si, Apt., M.Farm selaku Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM RI, serta Bapak Saparudin, S,Si selaku Laboratory Assistant Manager PT SIG.
Menggali Potensi Besar Obat Herbal Nasional
Obat herbal atau fitofarmaka menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik dari sisi bahan baku lokal yang melimpah maupun permintaan pasar yang terus meningkat, baik di dalam negeri maupun internasional. Namun, pemanfaatan optimalnya masih menghadapi tantangan, mulai dari regulasi, pembuktian ilmiah, hingga proses standarisasi. Dalam sambutannya, perwakilan dari BPOM menekankan pentingnya penguatan sistem pengawasan serta sinergi antara regulator, akademisi, dan pelaku industri agar obat herbal Indonesia dapat memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu. BPOM juga memaparkan regulasi terbaru dan prosedur pendaftaran produk herbal, serta kategori klasifikasi yang berlaku, mulai dari Jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), hingga Fitofarmaka. “Dukungan ilmiah dan uji laboratorium menjadi kunci agar produk herbal kita bisa naik kelas dan mampu bersaing, baik di pasar domestik maupun ekspor,” ujar Ibu Dian
Riset dan Inovasi Jadi Pondasi
Dari sisi akademisi, Prof. Abdul Munim dari Universitas Indonesia memaparkan pentingnya pendekatan berbasis riset dalam pengembangan obat herbal, mulai dari eksplorasi bahan aktif alami, pembuktian farmakologis, hingga uji praklinis dan klinis. Dukungan institusi pendidikan tinggi menjadi penting dalam menjembatani pengetahuan tradisional dengan bukti ilmiah modern. “Indonesia memiliki biodiversitas luar biasa. Tantangannya bukan hanya mengekstrak, tapi membuktikan secara ilmiah bahwa herbal tersebut aman dan efektif,” jelas Prof Abdul Munim.
Dukungan SIG sebagai Lab Terakreditasi ISO 17025 Dalam Kemajuan Produk Herbal
Webinar ini juga menjadi ajang bagi SIG untuk menunjukkan komitmennya dalam mendukung industri herbal melalui layanan laboratorium yang sesuai standar ISO/IEC 17025. SIG memfasilitasi berbagai jenis pengujian seperti:
- -Uji identifikasi senyawa aktif (fitokimia)
- -Uji kadar zat aktif
- -Uji cemaran logam berat dan mikroba
- -Uji stabilitas produk herbal
- -Uji mutu fisik dan organoleptik
- -Uji toksisitas & khasiat
- -Uji praklinis
SIG juga membuka peluang kolaborasi untuk riset dan konsultasi pengembangan produk herbal yang aman, bermutu, dan siap bersaing di pasar nasional maupun global. Webinar SIG Ke-17 ini diikuti oleh ratusan peserta dari kalangan industri herbal, peneliti, akademisi, serta regulator. Diskusi berlangsung interaktif dan menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong kemajuan industri obat herbal Indonesia. Melalui webinar ini, SIG berharap dapat terus menjadi katalisator edukasi dan inovasi, serta menjembatani kebutuhan antara riset, regulasi, dan industri.
Ingin tahu lebih lanjut tentang layanan laboratorium, riset, dan konsultasi pengembangan produk herbal? hubungi kami di 082111516516, kunjungi website resmi kami di siglaboratory.com, serta dapat langsung datang ke kantor kami Graha SIG, Jl Rasamala No. 20, Taman Yasmin, Bogor, Jawa Barat 16113.