SIG secara resmi meresmikan Laboratorium Dermatologi sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan produk kosmetik yang aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Peresmian dilakukan langsung oleh jajaran direksi serta tim ahli Laboratorium Dermatologi SIG.
Peresmian Laboratorium Dermatologi ini menjadi langkah strategis SIG dalam memperkuat perannya sebagai laboratorium pengujian dan pengembangan produk kosmetik berbasis sains, sekaligus mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di industri kosmetik nasional.
Komitmen SIG terhadap Keamanan Produk dan Perlindungan Konsumen
Hadirnya Laboratorium Dermatologi SIG mencerminkan komitmen perusahaan dalam memastikan bahwa produk kosmetik yang beredar di masyarakat telah melalui pengujian ilmiah yang komprehensif, sehingga aman digunakan dan bertanggung jawab terhadap kesehatan konsumen. Melalui layanan dermatologi yang terintegrasi, SIG berupaya mendorong industri kosmetik untuk tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan regulasi, tetapi juga mengedepankan etika, transparansi, dan keberlanjutan dalam proses pengembangan produk.
Layanan Uji Kosmetik Terintegrasi di Laboratorium Dermatologi SIG
Dengan diresmikannya Laboratorium Dermatologi, SIG kini menghadirkan layanan pengujian kosmetik yang semakin lengkap dan menyeluruh, meliputi:
- Uji In-Vivo untuk menilai keamanan dan efektivitas produk pada kulit
- Uji In-Vitro sebagai bagian dari pendekatan ilmiah dan etis dalam pengujian
- Uji Stabilitas Produk untuk memastikan mutu dan keamanan sepanjang masa simpan
- Uji Kadar Bahan Aktif guna menjamin konsistensi dan klaim produk
- Konsultasi dan Pengembangan Produk Kosmetik berbasis kebutuhan industri dengan pakar ahli dibidangnya
Kelengkapan layanan ini memungkinkan SIG mendampingi pelaku industri kosmetik sejak tahap riset, pengujian, hingga pengembangan produk yang siap bersaing di pasar.
Didukung Tenaga Ahli Dermatologi dan Peneliti Klinis
Laboratorium Dermatologi SIG didukung oleh para expert di bidangnya, antara lain dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi serta Peneliti Klinis Kosmetik dengan latar belakang Magister Farmasi. Kehadiran tenaga ahli ini memastikan bahwa setiap proses pengujian dilakukan dengan pendekatan medis dan ilmiah yang tepat, berorientasi pada keselamatan subjek uji dan kualitas hasil. Kolaborasi multidisiplin ini memperkuat posisi SIG sebagai mitra strategis industri kosmetik dalam menghasilkan produk yang aman, efektif, dan bertanggung jawab.
Kolaborasi Akademik Dukung Inovasi Berkelanjutan
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem riset dan inovasi, SIG juga menjalin kerja sama melalui Nota Kesepahaman (MoU) dengan Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB). Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen SIG dalam mengintegrasikan riset akademik dengan kebutuhan industri, sekaligus mendorong pengembangan teknologi dan metode pengujian kosmetik yang relevan dan berkelanjutan. Sinergi antara industri dan akademisi diharapkan dapat melahirkan inovasi kosmetik yang tidak hanya unggul secara komersial, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan ilmiah.
Mendukung Prinsip ESG di Industri Kosmetik Nasional
Melalui pengembangan Laboratorium Dermatologi, SIG menegaskan perannya dalam mendukung penerapan prinsip ESG, khususnya pada aspek Social dan Governance, melalui penyediaan layanan pengujian yang kredibel, transparan, dan berorientasi pada perlindungan konsumen. SIG percaya bahwa penguatan kualitas pengujian dermatologi merupakan bagian penting dalam membangun industri kosmetik yang berkelanjutan, berdaya saing, dan dipercaya oleh masyarakat. Ke depan, SIG berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan laboratorium yang inovatif dan bertanggung jawab, serta berkontribusi aktif dalam menciptakan ekosistem industri kosmetik yang aman, etis, dan berkelanjutan di Indonesia.
Informasi terkait layanan pengujian produk kosmetika dan konsultasi hubungi kami di 082111516516 dan kunjungi website resmi kami di siglaboratory.com atau langsung datang ke Graha SIG, Jl Rasamala No. 20, Taman Yasmin, Bogor, Jawa Barat 16113.





