Apa itu DNA Barcoding?
DNA barcoding merupakan metode identifikasi yang menggunakan marker genetik spesifik untuk membedakan dan mengonfirmasi identitas suatu spesies. Analisis ini dilakukan menggunakan teknologi Sanger Sequencing yang menghasilkan sekuens DNA berkualitas tinggi dengan panjang fragmen 300–1800 bp. Keunggulannya yaitu biaya relatif ekonomis, waktu pengerjaan cepat, akurasi tinggi, serta kemudahan analisis data. Sangat cocok untuk identifikasi spesies, autentikasi bahan biologis, konservasi, dan penelitian taksonomi.

Apa itu Whole Genome Sequencing (WGS)?
WGS memberikan pendekatan yang jauh lebih komprehensif. Melalui teknologi Next Generation Sequencing (NGS), WGS mengungkap seluruh susunan genome DNA yang dimiliki organisme tersebut dan menghasilkan informasi mengenai identitas organisme, identifikasi gen, fungsi gen, variasi genetik seperti Single Nucleotide Polymorphisms (SNPs), InDel, variasi struktural, hubungan evolusi, hingga analisis genom komparatif dengan organisme lain. Metode ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan penelitian lanjutan seperti pemuliaan, pencarian marker molekuler, analisis populasi, studi adaptasi lingkungan, eksplorasi jalur metabolisme, serta pengembangan strategi konservasi dan kesehatan.

Perbandingan DNA Barcoding dan Whole Genome Sequencing (WGS)
Pemilihan metode analisis genetik perlu disesuaikan dengan tujuan penelitian yang dilakukan. DNA Barcoding dan Whole Genome Sequencing (WGS) memiliki cakupan analisis yang berbeda, mulai dari target analisis hingga jenis data yang dihasilkan.

Parameter DNA Barcoding (Sanger Sequencing) Whole Genome Sequencing (WGS)
Tujuan Utama Identifikasi spesies, autentikasi, bahan biologis, konservasi, taksonomi, hubungan kekerabatan tahap awal

Penelitian lanjutan seperti
Pemuliaan, pencarian marker molekuler, analisis populasi, studi adaptasi lingkungan, eksplorasi jalur metabolisme, pengembangan strategi konservasi dan kesehatan

Level Identifikasi Genus atau Spesies Strain
Target Analisis

Region Identifikasi Universal:
Bakteri: region 16S rRNA
Jamur: region ITS
Tumbuhan region matk atau rbcL
Hewan: region COI atau COX
*Dapat disesuaikan dengan kebutuhan customer

Seluruh gen coding dan non-coding
Besar Data 30–1800 bp
(bp=base pair)
1–ratusan milyar bp
(bp=base pair)
Kompleksitas Relatif sederhana dan terstandar Tinggi (data besar & analisis kompleks), memerlukan komputasi yang berat
Analisis Filogenik Ya Ya, dengan resolusi dan validitas lebih tinggi
Analisis Polimorfisme Terbatas pada daerah target Seluruh genom (SNP dan InDels)
Analisis Fungsi Gene dan Pathway Tidak bisa  Bisa dengan anotasi fungsi database terkait dan enrichment gene
Analogi Memindai barcode sebuah buku Membaca seluruh isi perpustakaan
Keunggulan Biaya ekonomis, pengerjaan cepat, akurasi tinggi, serta kemudahan analisis data Mampu membaca keseluruhan urutan DNA secara utuh

 

 

id_IDID