Bali 15-18 Oktober 2019, dengan mengambil tajuk ”Outlook and Opportunities of Food Technology and Culinary for Tourism Industry”. Indonesian Association of Food Technologist (PATPI) bersama ASEAN Committe of Science & Technology (ASEAN-COST) mengadakan konfrensi pangan se-ASEAN yang ke 19 bertepatan di hari pangan sedunia.

Foto 1 Suasana ASEAN Food Conference 2019

Konfrensi yang diprakarsai oleh LIPI dan Universitas Udayana Bali tersebut tersusun oleh sederet agenda kegiatan yang membahas seputar perkembangan teknologi di dunia pangan, keamanan pangan, serta perkembangan pangan dalam bisnis pariwisata kuliner.

Pada hari pertama preconference workshop terdapat 4 (empat) seminar yang masing-masingnya mengangkat topik utama dalam lini dunia pangan antara lain Food Engineering and Industrial Challenges, Food Microbiology and Alternative Applications, Food Analysis, Authenticity, and Halal, dan Food Biochemistry and Nutrition.

Sebagai laboratorium pengujian terbesar di Indonesia, SIG laboratory mendapat kesempatan untuk mengikuti workshop Food Analysis, Authenticity, and Halal yang pada materinya disampaikan oleh Bapak Prof. Dr. Dedi Fardiaz dari IPB University. Lalu pada sesi ke dua, materi selanjutnya di paparkan oleh Bapak Prof. Irwandi Jaswir dari UIIM Malaysia terkait Rapid Method for detection of non-halal substances in food.

Dalam materinya, Prof. Irwandi mengemukakan bahwa metode pengujian halal adalah metode yang harus terus berkembang, hal tersebut dikarenakan oleh ketentuan makna halal itu sendiri yang artinya tidak mengandung sama sekali bahan haram. Oleh karena itu selayaknya metode pengujian kandungan non halal seperti PCR, Mass Spectrometry, maupun FTIR ada untuk saling melengkapi.

Foto 2 Workshop Halal Test dari Bapak Prof. Irwandi Jaswir UIIM Malaysia

Pada hari kedua, kegiatan konfrensi dibuka oleh sambutan dari ASEAN-COST Dr. R. Arthur Lelono, lalu Prof. Dr. Umar Santoso dari PATPI, dilanjut oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi selaku rektor Universitas Udayana, dan ditutup oleh Kepala POM Provinsi Bali. Dalam pekan kegiatan ini SIG pun ikut memeriahkan dengan membuka stand booth sebagai pusat informasi pengujian.

Foto 3 Kunjungan Rektor Univ. Udayana dan Kepala POM Provinsi Bali

Kesempatan kali ini SIG pun berhasil bermediasi dengan Rektor Univ. Udayana, berdiskusi tentang kesempatan-kesempatan pengujian apa saja yang sekiranya bisa SIG bantu dan tawarkan untuk meningkatkan kualitas penelitian baik itu yang dibutuhkan oleh sarjana tingkat S1 maupun penelitian dosen lanjutan.

Pada sesi konfrensi selanjutnya, materi yang diangkat ialah pembahasan mengenai trend produk nutraceuticals dan functional food oleh Prof. Dr. Mary K. Schmidl selaku President of Internatioal Union of Food Science and Technology. Beliau memaparkan bahwa era modern sekarang ini, tidak hanya pangan diciptakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan metabolisme manusia semata, tapi pangan juga harus bisa berfungsi sebagai asupan untuk tujuan-tujuan kesehatan tertentu.

Foto 4 Seminar dari Prof. Dr. Mary K. Schmidl

Pekan konfrensi pangan terbesar se-ASEAN yang berlangsung selama 5 hari tersebut sebenarnya menjadi wadah memperkenalkan SIG Laboratory ke wilayah Bali dan Indonesia bagian tengah, terbukti dari besarnya antusias pengunjung booth baik itu dari produsen pangan, UMKM kopertis Bali, bahkan akademisi dari regional ASEAN yang bertanya seputar info pengujian.

Foto 5 Kunjungan Mr. Vinai Pitiyont, Ph.D (AMARC Thailand)

Foto 6 Kunjungan Nano Center Indonesia

Foto 7 Kunjungan Ms. Jose Peralta dari University of The Philippines

Foto 8 Kunjungan LIPI

Kehadiran SIG di Bali pun juga untuk menjalin silahturahmi dan tatap muka langsung dengan customer setia disana.

Foto 9 Bersama CV. Pelangi

Foto 10 Bersama PT. Soejasch Bali

Foto 11 Bersama UKM Badung di kantor Herbali

Foto 12 Divisi Sales & Marketing SIG Lab dan Surveyor Indonesia melakukan penyuluhan pengujian dengan UKM Badung

Foto 13 Perwakilan SIG Laboratory pada 16th ASEAN Food Conference 2019

Foto 14 Serah Terima Sertifikat Peserta dari PATPI