Rabu, 10 Juli  2019 – Dalam rangka menyambut Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18 Tahun 2019 tentang metode pengujian, tata cara pendaftaran, pengawasan, penghentian kegiatan perdagangan, dan penarikan barang terkait dengan keamanan , keselamatan, kesehatan, dan lingkungan hidup (K3L). PT. Saraswanti Indo Genetech (SIG) sebagai laboratorium pengujian terakreditasi ikut mendukung regulasi tersebut dengan salah satunya melakukan kunjungan ke Lab Mikroelektronika Institut Teknologi Bandung. Kunjungan tersebut bertujuan untuk studi banding dan diskusi mengenai akomodasi Lab, SDM, dan metode uji kelistrikan.

Foto 1. Team SIG Berfoto Di Halaman Gedung Riset & Inovasi (PAU), ITB

Dalam Permendag tersebut dikatakan bahwa barang-barang elektronik produksi maupun impor wajib untuk diuji kebocoran arusnya dan perlindungan terhadap bagian aktif yang disentuh. Barang elektronik yang wajib diujikan tersebut diantaranya:

1 Penghisap Debu 8 Piranti Pijat Listrik 15 Pemroses Makanan Listrik
2 Pemanggang Roti Listrik 9 Pemanas Air Sesaat 16 Dispenser
3 Penanak Nasi 10 Panci Listrik Serbaguna 17 Pengering Tangan Listrik
4 Teko Listrik 11 Oven Listrik Portabel 18 Catok Rambut Listrik
5 Pengering Rambut 12 Pelumat (Blender) 19 Bor Listrik
6 Tungku Gelombang Mikro 13 Pengejus (Juicer) 20 Gerinda Listrik
7 Pencukur Listrik 14 Pencampur (Mixer) 21 Mesin Serut
22 Gergaji Listrik

Menurut pemaparan Bapak Ir. Farkhad Ihsan Hariadi, MASc selaku kepala laboratorium mikroelektronika ITB, produk-produk yang diwajibkan tersebut memanglah produk yang harus memiliki jaminan keselamatan karena dilihat dari fungsi dan kegunaannya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari seperti contohnya juicer yang sering kita temui di dapur rumah.

Kebocoran arus sendiri adalah arus yang mengalir dari sirkuit AC atau DC di peralatan ke sasis, atau ke ground, dan dapat dari input atau output. Jika peralatan tidak di-ground dengan benar, arus mengalir melalui jalur lain seperti tubuh manusia. Ini juga dapat terjadi jika tanah tidak efisien atau terganggu dengan sengaja atau tidak sengaja.

Foto 2. Team SIG mendapat penjelasan seputar laboratorium mikroelektronika Lab PAU ITB

Bapak Ihsan sendiri mengatakan bahwa audiensi yang dilakukan bersama laboratorium SIG memberi gambaran besar baginya tentang aspek safety atau keamanan dari suatu produk elektronik dan bagaimana regulasinya berjalan. Oleh karena itu beliau bersedia untuk ikut membantu SIG dalam mengkaji metode pengujian barang elektronik dan juga kesiapan dari labnya.

Perlu diketahui bahwa sejauh ini laboratorium mikroelektronika ITB masih berfokus pada penelitian dan pengembangan inovasi terhadap manufaktur elektronik terutama produk industri lokal agar lebih optimal, efisien dan tahan lama. Spesifikasi teknologi yang dikembangkan meliputi IC-Packaging, Multilayer Printed Circuit Board (PCB), dan Electronic Assembly / perakitan elektronik. Sehingga pengetahuan prihal pengujian keamanan barang elektronik menjadi angin segar bagi beliau untuk ikut dipelajari dan diedukasikan dalam lingkup institusi pendidikan.

Foto 3. Team SIG berfoto bersama Bapak Ir. Farkhad Ihsan Hariadi, MASc selaku kepala lab. mikroelektronika lab. PAU ITB