Laboratorium PT Saraswanti Indo Genetech (SIG) diharapkan dapat memperoleh akreditasi internasional agar dapat membantu pengembangan dan pengamanan produk pangan secara nasional, kata Sekjen Kementerian Pertanian Hari Priyono di Bogor, Senin.

Dalam peresmian gedung baru SIG yang merupakan laboratorium untuk uji analisis produk hasil rekayasa genetika serta nutrisi dan keamanan pangan, di Taman Yasmin, Bogor, Hari mengatakan bahwa saat ini Indonesia belum memiliki laboratorium pangan berakreditasi internasional, sehingga produk-produk pangan ekspor lebih banyak diuji di luar negeri.

“Hal ini tentunya merugikan kita jika barang kita ditolak,” katanya. Ia mengharapkan laboratorium SIG yang kini merupakan laboratorium uji keamanan pangan swasta terbesar di Indonesia dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Hari Priyono menyatakan keyakinannya bahwa dengan fasilitas yang ada serta didukung SDM yang berkualitas, laboratorium tersebut bisa menjawab tantangan ini. “Untuk proses pertama dapat dimulai dengan akreditasi dari Australia, China dan Uni Eropa,” katanya. Ia mengingatkan bahwa pertanian masih tetap menjadi pilar penting perekonomian Indonesia, oleh sebab itu juga perlu didukung oleh laboratorium uji pangan yang kredibel dan diakui secara internasional.

Sementara itu Direktur Utama SIG Yahya Taufik mengatakan bahwa pihaknya optimistis akan meraih akreditasi internasional, karena saat ini laboratorium SIG memiliki SDM dan fasilitas pendukung yang memenuhi syarat. “Kami targetkan dalam dua tahun ke depan kami akan dapat meraih akreditasi internasional,” katanya.

Saat ini SIG yang merupakan mitra kerja Badan Pengawasan Obat dan Makanan tersebut bisa melakukan uji coba hingga 10.000 sampel per bulan dengan kemampuan menyelesaikan selama lima hari per sampel. Pihak-pihak yang memanfaatkan jasa SIG di antaranya industri makanan dan minuman untuk keperluan registrasi produk dan “quality control” serta dinas-dinas di Pemda yang bergerak di bidang pangan.

“Kami juga ingin berkontribusi bagi upaya mengamankan ketersediaan pangan yang aman dan sehat,” katanya. Ia menambahkan, dalam ruang lingkup kompetisi uji produk rekayasa genetika, PT SIG merupakan satu-satunya laboratorium swasta dan pertama di Indonesia yang terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional. Kompetensi tersebut tersebut juga dibuktikan dengan lolosnya laboratorium SIG dalam uji profisiensi bertaraf internasional dari Inggris dan APLAC pada tahun 2003 dan 2004.

SIG kini menempati gedung baru di Jalan Rasamala 20 Taman Yasmin Bogor, dengan berbagai fasilitas modern. Gedung enam lantai tersebut berdiri di atas tanah seluas 2.500 meter persegi. Acara peresmian gedung tersebut juga dihadiri Kepala Badan POM Kustantinah dan sejumlah pejabat Pemda. (Teguh Handoko – Antara)

Sumber: Antara News