{"id":6618,"date":"2025-02-27T11:54:11","date_gmt":"2025-02-27T04:54:11","guid":{"rendered":"https:\/\/siglaboratory.com\/?p=6618"},"modified":"2025-02-27T12:11:02","modified_gmt":"2025-02-27T05:11:02","slug":"smartwatch-strap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siglaboratory.com\/id\/smartwatch-strap\/","title":{"rendered":"Pastikan Tali Smartwatch Mu Tidak Menyebabkan Gatal &amp; Iritasi dengan Pengujian Toksisitas"},"content":{"rendered":"<h3><b>Tren Penggunaan Smartwatch<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan smartwatch (jam tangan pintar) mengalami peningkatan signifikan. Menurut survei Rakuten Insight Center, sekitar 64% masyarakat Indonesia memiliki perangkat wearable, dengan smartwatch menjadi yang paling dominan. Dari jumlah tersebut, 68% menggunakan smartwatch, dan 66% berencana membeli perangkat serupa dalam enam bulan ke depan (Rakuten Insight Center, 2023). Peningkatan popularitas ini didorong oleh fitur pemantauan kesehatan dan kebugaran yang semakin canggih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, di balik manfaatnya, muncul kekhawatiran terkait kemungkinan bahan kimia berbahaya yang terkandung dalam tali (strap) jam tangan\/smartwatch yang berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit.<\/span><\/p>\n<div id=\"attachment_6621\" style=\"width: 610px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-6621\" class=\"size-full wp-image-6621\" src=\"https:\/\/siglaboratory.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Smartwatch-Strap-1.jpg\" alt=\"Why Do Some Smartwatch Straps Cause Itching?\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/siglaboratory.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Smartwatch-Strap-1.jpg 600w, https:\/\/siglaboratory.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Smartwatch-Strap-1-480x270.jpg 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) 600px, 100vw\" \/><p id=\"caption-attachment-6621\" class=\"wp-caption-text\">Iritasi pada kulit yang disebabkan strap (tali) jam tangan\/smartwatch dapat disebabkan oleh beberapa faktor<\/p><\/div>\n<h3><b>Mengapa Beberapa Strap Jam Tangan\/Smartwatch Menyebabkan Gatal?<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iritasi pada kulit yang disebabkan strap (tali) jam tangan\/smartwatch dapat disebabkan oleh beberapa faktor, dia antaranya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h4><b>Bahan Kimia Berbahaya<\/b><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Lateks atau Karet Sintetis:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa orang memiliki alergi terhadap lateks, yang bisa menyebabkan ruam dan gatal (Gawkrodger, 2018).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pewarna dan Perekat:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Zat kimia dalam pewarna atau lem yang digunakan untuk menyatukan lapisan strap dapat mengiritasi kulit, terutama jika berkualitas rendah (ATSDR, 2022).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kemungkinan adanya kandungan PFAS (Per- and Polyfluoroalkyl Substance):<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Bahan kimia ini sering digunakan dalam tali smartwatch berbahan fluoroelastomer untuk memberikan ketahanan terhadap air dan minyak, tetapi dapat menyebabkan iritasi kulit (EWG, 2024; Zhang et al., 2021).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h4><b>Gesekan dan Tekanan Berlebih<\/b><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tali yang terlalu ketat dapat menyebabkan tekanan berlebih pada kulit, menghambat sirkulasi udara, dan memicu iritasi (Nguyen et al., 2022).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bahan strap yang kasar atau tidak fleksibel dapat menyebabkan gesekan yang meningkatkan risiko kemerahan atau luka ringan (Gawkrodger, 2018).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h4><b>Keringat dan Kelembaban<\/b><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keringat yang terperangkap di bawah strap dapat menciptakan lingkungan lembap yang mendukung pertumbuhan bakteri dan jamur, menyebabkan iritasi, bau, atau bahkan infeksi kulit (Grandjean et al., 2012).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan smartwatch saat berolahraga tanpa membersihkan strap setelahnya dapat memperburuk kondisi ini (OECD, 2023).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h4><b>Reaksi Alergi<\/b><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa bahan seperti nikel pada bagian logam strap atau gesper dapat memicu reaksi alergi pada individu yang sensitif terhadap logam tersebut (ACDS, 2023).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tali berbahan sintetis tertentu mungkin mengandung zat yang menyebabkan reaksi kulit seperti dermatitis kontak (Gallo et al., 2012).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h4><b>Kurangnya Kebersihan<\/b><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tali yang jarang dibersihkan dapat menumpuk kotoran, bakteri, dan sel kulit mati, yang dapat memicu iritasi dan infeksi kulit (Rakuten Insight Center, 2023).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan jangka panjang tanpa mengganti strap yang sudah aus juga meningkatkan risiko alergi dan reaksi kulit (EWG, 2024).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<div id=\"attachment_6622\" style=\"width: 610px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-6622\" class=\"size-full wp-image-6622\" src=\"https:\/\/siglaboratory.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Smartwatch-Strap-2.jpg\" alt=\"To reduce irritation from smartwatch straps, consider the following steps\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/siglaboratory.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Smartwatch-Strap-2.jpg 600w, https:\/\/siglaboratory.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Smartwatch-Strap-2-480x270.jpg 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) 600px, 100vw\" \/><p id=\"caption-attachment-6622\" class=\"wp-caption-text\">Kesadaran akan potensi bahaya strap smartwatch terhadap iritasi kulit penting bagi konsumen dan produsen.<\/p><\/div>\n<h3><b>Bagaimana Meminimalkan Risiko?<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengurangi iritasi dari penggunaan tali smartwatch, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pilih Material yang Lebih Aman<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Hindari tali berbahan fluoroelastomer dan pilih tali berbahan hypoallergenic silikon, kulit asli, atau kain yang lebih ramah lingkungan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Periksa Deskripsi Produk<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Sebelum membeli smartwatch, baca deskripsi produk dengan cermat untuk memastikan bahwa tali tidak mengandung PFAS.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pastikan tali tidak terlalu ketat<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: agar kulit dapat bernapas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Rutin membersihkan strap<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: dengan sabun ringan dan air untuk menghindari akumulasi keringat dan kotoran.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Gunakan Pelindung Kulit<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Jika harus menggunakan tali berbahan fluoroelastomer, gunakan pelindung kulit seperti kain atau lapisan tambahan untuk mengurangi kontak langsung.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Hentikan atau ganti strap<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: jika ada indikasi reaksi alergi pada strap yang digunakan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesadaran akan potensi bahaya strap smartwatch terhadap iritasi kulit penting bagi konsumen dan produsen. Dengan informasi yang tepat dan langkah pencegahan yang sesuai, risiko iritasi atau reaksi alergi akibat material strap dapat diminimalkan, sehingga smartwatch tetap aman dan bermanfaat bagi kesehatan.<\/span><\/p>\n<h3><b>Peran SIG dalam Pengujian Strap Smartwatch<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi produsen dan distributor yang ingin memastikan produk mereka bebas dari potensi menyebabkan gatal dan iritasi pada kulit, Sebagai laboratorium terakreditasi SNI ISO\/IEC 17025 dengan dukungan fasilitas laboratorium toksisitas, SIG menawarkan layanan Uji Sensitisasi. Layanan pengujian sensitisasi yang bertujuan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari persentuhan bahan dengan kulit  yang berpotensi menyebabkan alergi kontak. Pengujian ini penting untuk memastikan keamanan produk dalam jangka waktu lama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Informasi lebih lanjut untuk layanan uji sensitisasi dan iritasi di SIG Laboratory, hubungi kami <\/span><a href=\"https:\/\/web.whatsapp.com\/send\/?phone=6282111516516&amp;text&amp;type=phone_number&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>082111516516<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan kunjungi website kami <\/span><a href=\"http:\/\/siglaboratory.com\/id\/\"><b>siglaboratory.com<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, serta dapat langsung datang ke kantor kami <\/span><a href=\"https:\/\/maps.app.goo.gl\/ZguWtSjhLVZMaYwV8\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>Graha SIG, Jl Rasamala No. 20, Taman Yasmin, Bogor, Jawa Barat 16113<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h3><\/h3>\n<h3><b>Daftar Pustaka<\/b><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Agency for Toxic Substances and Disease Registry (ATSDR). (2022). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Toxicological Profile for Perfluoroalkyls (PFAS).<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> U.S. Department of Health and Human Services.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">American Contact Dermatitis Society (ACDS). (2023). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nickel Allergy and Dermatitis Caused by Wearable Devices.<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Environmental Working Group (EWG). (2024). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hidden \u2018Forever Chemicals\u2019 in Popular High-End Smartwatch and Fitness Tracker.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Retrieved from<\/span><a href=\"https:\/\/www.ewg.org\/news-insights\/news\/2024\/12\/hidden-forever-chemicals-popular-high-end-smartwatch-and-fitness-tracker\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.ewg.org\/news-insights\/news\/2024\/12\/hidden-forever-chemicals-popular-high-end-smartwatch-and-fitness-tracker<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gallo, V., et al. (2012). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Serum perfluorooctanoate (PFOA) and perfluorooctanesulfonate (PFOS) and liver enzymes in US adults.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Environmental Health Perspectives, 120(5), 716-722.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gawkrodger, D. J. (2018). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Contact Dermatitis: Allergic and Irritant Reactions to Wrist-Worn Devices.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> British Journal of Dermatology, 179(3), 554\u2013560.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Grandjean, P., &amp; Clapp, R. (2015). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Perfluorinated Alkyl Substances: Emerging Insights into Health Risks.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> New Solutions: A Journal of Environmental and Occupational Health Policy, 25(2), 147-163.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Grandjean, P., et al. (2012). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Serum vaccine antibody concentrations in children exposed to perfluorinated compounds.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> JAMA, 307(4), 391-397.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nguyen, V. T., et al. (2022). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Endocrine-disrupting effects of per- and polyfluoroalkyl substances (PFAS): Mechanisms and implications for human health.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Environmental Research, 204, 112107.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">OECD Guidelines for the Testing of Chemicals. (2023). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Test No. 404: Acute Dermal Irritation\/Corrosion.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Organisation for Economic Co-operation and Development.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rakuten Insight Center. (2023). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Survey on Smartwatch Usage Trends in Indonesia.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Retrieved from<\/span><a href=\"https:\/\/radiostar.harianjogja.com\/2023\/09\/14\/survei-64-masyarakat-indonesia-memiliki-wearable-gadget\/?utm_source=chatgpt.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/radiostar.harianjogja.com\/2023\/09\/14\/survei-64-masyarakat-indonesia-memiliki-wearable-gadget\/?utm_source=chatgpt.com<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Zhang, X., et al. (2021). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Toxicological Effects of PFHxA Exposure in Mammalian Models.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Toxicology Reports, 8, 1024\u20131032.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Zhang, Y., et al. (2021). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Perfluoroalkyl and Polyfluoroalkyl Substances (PFAS) Exposure and Health Outcomes: A Review of Human Epidemiological Studies.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Environment International, 146, 106227.<\/span><\/li>\n<\/ul>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Trends in Smartwatch Usage In recent years, the use of smartwatches has seen a significant increase. According to a survey by Rakuten Insight Center, approximately 64% of Indonesians own wearable devices, with smartwatches being the most dominant. Among these users, 68% use smartwatches, and 66% plan to purchase a similar device within the next six [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":6620,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[28,25],"tags":[323,321,322],"class_list":["post-6618","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-articles","tag-itching-irritation","tag-smartwatch","tag-smartwatch-strap"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siglaboratory.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6618","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siglaboratory.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siglaboratory.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siglaboratory.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siglaboratory.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6618"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/siglaboratory.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6618\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6625,"href":"https:\/\/siglaboratory.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6618\/revisions\/6625"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siglaboratory.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6620"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siglaboratory.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6618"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siglaboratory.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6618"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siglaboratory.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6618"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}