GMO & MOLECULAR BIOLOGY

 

“Tanaman atau Hewan GM (transgenik) diciptakan bertujuan untuk membuat komoditi yang lebih unggul dari sifat dasar alaminya, baik itu ketahanan, kualitas maupun kemampuan untuk toleran pada keadaan tertentu. Namun disinyalir, GMO dapat menyebabkan resiko alergi atau efek buruk pada kesehatan. Sehingga dengan pengujiannya, Konsumen dapat memilih untuk menggunakan produk GMO atau Non-GMO ”

  1. GMO Qualiative
  2. GMO Quantitative
  3. Porcine test based on DNA by Real-Time PCR

HALAL TEST

 

“Kehalalan suatu produk kini sudah menjadi isu global, dimana salah satu kriteria produk halal adalah bebas dari kandungan babi, baik itu produk farmasi (kapsul) dan juga makanan berbasis gelatin. Oleh karena itu, penting kiranya menguji kehalalan sumber gelatin yang digunakan untuk mengetahui status halal produk tersebut”

  1. Uji DNA Babi
  2. Uji Kandungan Alkohol

NUTRITION

 

“Pengujian kandungan nutrisi di dalam produk pangan sangat penting untuk mengetahui nilai gizi  dari suatu produk pangan. Hal ini juga penting untuk penilaian kualitas bahan pangan apakah sesuai dengan standar. Pengujian kandungan nutrisi bisa dilakukan dengan analisa proksimat maupun instrumental”

  1. Proximate Test (Moisture, Ash, Protein, Fat, Carbohydrate, Energy, Calories)
  2. Sugar
  3. Fiber (Dietary & Crude)
  4. Water Soluble Vitamins
  5. Oil Soluble Vitamins
  6. Beta Karoten
  7. Fatty Acid
  8. Trans Fat & Cholesterol
  9. Amino Acid
  10. Caffeine / Theina

MINERAL AND HEAVY METAL

 

“Terdistribusinya logam-logam berat dari faktor lingkungan yang sifatnya mengkontaminasi mungkin saja terjadi secara tidak sengaja pada tiap pabrik bahan pangan, membuat pengujian logam berat dalam bahan pangan sangat penting. Karena efek logam tersebut yang dapat terendap dalam tubuh jika dikonsumsi dan kelak menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit”

 

  1. Heavy Metal Including Pb (Lead), Sn (Tin), Cd (Cadmium), Hg (Mercuty), As (Arsenic)
  2. Other Metal IncludingSb (Antimony), Cu (Copper), Ca (Calcium), Mg (Magnesium), Na (Sodium), K (Potassium), Zn (Zinc), Fe (Iron),Al (Alumunium), Ba (Barium), Mo (Molybdenum), Co (Cobalt), Ni (Nikel), Mn (Manganese), B (Boron)
  3. Se (Selenium), Cr (Kromium), Ag (Silver)
  4. P (Fosfor/Fosfat)
  5. Cu-Chlorophylin
  6. Arsenic Organic and Inorganic Speciation
  7. Extracted Metals

FOOD ADDITIVE

“Bahan Tambahan Pangan (BTP) adalah bahan yang sengaja ditambahkan ke dalam pangan untuk tujuan tertentu pada proses pembuatan, pengolahan, pengemasan, penyimpanan, maupun pendistribusiannya. Dimana dapat mempengaruhi sifat dan bentuk pangan baik secara langsung maupun tidak langsung. Setiap bahan tambahan pangan memiliki batas maksimum yang dapat dikonsumsi agar tidak menimbulkan efek merugikan terhadap kesehatan”

  1. Preservative Agents
  2. Food Dyes
  3. Sweetener
  4. Antioxidants
  5. Acid Stabilizer (Organic Acid)
  6. Flavor Enhancer (Monosodium Glutamat)
  7. Sekuestran (EDTA)

MICROBIOLOGY

 

“Pengujian Mikrobiologi dalam produk pangan merupakan salah satu uji yang sangat penting. Karena selain untuk melihat kualitas suatu produk pangan, juga dapat digunakan sebagai indikator sanitasi dan juga keamanan pangan. Adanya kontaminasi mikroba pada pangan dapat menyebabkan penurunan mutu produk pangan dan dapat juga menimbulkan efek keracunan pada konsumen”

Pathogenic Bacteria

  1. Listeria monocytogenes
  2. Salmonella
  3. Legionella Pneumophilia
  4. Escherichia Coli phatogen 0157
  5. Vibrio
  6. Clostridium perfringens
  7. Bacillus cereus
  8. Enterobacter sakazakii
  9. Campylobacter
  10. Enterobacter
  11. Staphylococcus aureus

Other Bacteria

  1. TPC
  2. Vibrio parahaemoliticus
  3. Coliform
  4. Kapang Kamir
  5. Cronobacter sakazakii
  6. Shigella
  7. Legionella
  8. Lactobacillus
  9. Bifidobacteria
  10. Bakteri pembentuk spora termofilik / Bakteri pembentuk spora mesofilik
  11. Aerob&Anaerob Bacteria

Other Test

  1. Disinfectant Test
  2. Endotoksin Test
  3. Challenge Test
  4. Effectiveness of Preservatives Test
  5. Identification of Bacteria
  6. Isolates Purification

PACKAGING & MIGRATION

 

  1. pH
  2. Water Activity
  3. Brix
  4. Dirt
  5. Specific Gravity
  6. Net Weight
  7. Fixed Weight
  8. Empty Space
  9. Foreign Matter
  10. Uniformity of Weight
  11. Uniformity of Volume
  12. Wholeness
  13. Fineness – Mesh (40, 60, 70, 80, 100)
  14. Shape of Can
  15. Migration of Metal As, Ba,  Cd,  Cr, Cr (VI),  Hg,  Pb,  Sb,  Se

 

AUTHENTICITY

 

  1. Screening Group of Unknown Compound by LCMS/MS Q-Tof Library
  2. Melamine
  3. Chloramphenicol
  4. Formalin
  5. Drugs

 

MYCOTOXINS

 

  1. Aflatoxin B1
  2. Aflatoxin B2
  3. Aflatoxin G1
  4. Aflatoxin G2
  5. Aflatoxin M1
  6. Ocratoxin A
  7. Deoksinivalenol (DON)

 

DIOXINS

WHO(2005)-PCDD/F TEQ (lower bound)
WHO(2005)-PCDD/F TEQ (upper bound)
OCDF
OCDD
1234678-HpCDD
1234789-HpCDF
1234678-HpCDF
123789-HxCDD
123678-HxCDD
123478-HxCDD
123789-HxCDF
234678-HxCDF
123678-HxCDF
123478-HxCDF
12378-PCDD
23478-PCDF
12378-PCDF
2378-TCDD
2378-TCDF

PESTICIDES

“Pestisida merupakan zat yang digunakan untuk melindungi tanamandari hama serangga, virus, dan juga pengatur tumbuh. Residupestisida sendiri merupakan zat sisa dari pestisida yang ikut terkandung pada berbagai hasil pertanian/perkebunan, berupa zat pengotor/kontaminasi turunan pestisida, metabolit, dan hasil reaksi yang akan memberi pengaruh toksikologi terhadap manusia. Maka dari itu pangan perlu dilakukan uji residual pestisida agar terjamin keamanan pangannya dan kesehatan konsumen terlindungi”

  1. Organophosphate Pesticides
  2. OrganochlorinePesticides
  3. CarbamatePesticides
  4. PyrethroidPesticides
  5. TriazolePesticides
  6. OrganotinPesticides
  7. Polar Pesticides
  8. Other Pesticides

 

RESIDUAL & ANTIBIOTICS

  1. Residual Solvent
  2. Histamin
  3. Tetracycline
  4. Oxytetracycline
  5. Chlortetracycline
  6. Drugs

QUALITY OF PRODUCT

 

  1. Drinking Water
  2. Hygine Water for Sanitation
  3. Wine
  4. Honey
  5. Rice
  6. Iodized Salt
  7. Sugar
  8. Biscuits
  9. Cooking Oil
  10. Tea
  11. Instant Coffee
  12. Crude Palm Oil
  13. Instant Noodle
  14. Instant Coffee
  15. Cacao Powder
  16. Wheat Flour

 

SELF LIFE

  1. Arrhenius Methodology
  2. Labuza Methodology

NATURAL PRODUCT

  1. Fruits
  2. Vegetables
  3. Grains
  4. Herb & Spices

 

 

 

SIG LABORATORY

Graha SIG. JL. Rasamala No. 20, Taman Yasmin, Curugmekar, Bogor Bar., Kota Bogor, Jawa Barat 16113, Indonesia

PT. Saraswanti Indo Genetech Cabang Jakarta

Jl. Percetakan Negara No.52B, Rt.006/Rw.001, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

PT. Saraswanti Indo Genetech Cabang Surabaya

Surya Inti Permata, Blok A 51-52, Jl. Raya Bandara Juanda, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur - 61253.
Head Office

Buka hari Senin - Jumat.
Pukul 08.00 - 17.00 WIB.
Hotline: 0251 - 7532348 / 082111 516 516

E : marketing-sig@saraswanti.com
Fax: 0251 - 7540927.
SIG Laboratory / Graha SIG:
Jl. Rasamala No. 20, Taman Yasmin.
Bogor, Jawa Barat 16113.

Klik untuk lokasi Google Maps

Sales and Marketing Office

Buka hari Senin - Jumat.
Pukul 08.00 - 17.00 WIB.
Hotline: 021-21479292
PT. SIG Branch Jakarta:
Jl. Percetakan Negara No.52B, Rt.006/Rw.001, Kelurahan Rawasari,
Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Klik untuk lokasi Google Maps

SALES REPRESENTATIVE SEMARANG

Fajar Ery

No HP : 0813-9170-6805

PT. SIG Branch Surabaya

Buka hari Senin - Jumat.
Pukul 08.00 - 17.00 WIB.
Hotline: 031-8678555/8690000
SIG Branch Surabaya :
Surya Inti Permata, Blok A 51-52, Jl. Raya Bandara Juanda,
Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur – 61253.

Klik untuk lokasi Google Maps