Keberadaan laboratorium uji analisis yang kredibel merupakan suatu hal yang mutlak dalam rangka menciptakan suatu produk yang harus memenuhi prasyarat tertentu. PT. Saraswanti Indo Genetech – Bogor merupakan kolaborasi antara PT. Saraswanti Anugerah Makmur Surabaya dengan Indonesian Center for Biodiversity and Biotechnology (ICBB) Bogor.

Pada tanggal 07 Juli 2001 PT. Saraswanti Indo Genetech didirikan di Bogor, merupakan laboratorium jasa deteksi produk hasil rekayasa genetika atau transgenik atau GMO (Genetically Modified Organism) dan jasa identifikasi bakteri menggunakan PCR. Semenjak bulan Agustus 2011, PT. Saraswanti Indo Genetech menempati gedung baru yang lebih representatif yaitu Graha SIG dengan 6 (enam) lantai di Jalan Rasamala 20 Taman Yasmin – Bogor.

Dalam acara ini dilakukan pengguntingan Pita oleh Sekjen Kementan RI, Bapak Ir. Hari Priyono, MSi, sedangkan Penandatanganan Prasasti Peresmian GRAHA SIG oleh Kepala BPN RI, Bapak Joyo Winoto, Ph.D. dan Penandatanganan Prasasti Peresmian GRAHA SIG oleh Kepala Badan POM RI, IBU Dra. Kustantinah, Apt, M.App.Sc

Pada saat peremian gedung baru SIG ini, Sekjen Kementerian Pertanian Hari Priyono mengatakan bahwa saat ini Indonesia belum memiliki laboratorium pangan berakreditasi internasional, sehingga produk-produk pangan ekspor lebih banyak diuji di luar negeri. “Hal ini tentunya merugikan kita jika barang kita ditolak,” katanya saat peresmian gedung baru SIG, yang merupakan laboratorium untuk uji analisis produk hasil rekayasa genetika serta nutrisi dan keamanan pangan, di Taman Yasmin, Bogor, Senin. Ia mengharapkan laboratorium SIG yang kini merupakan laboratorium uji keamanan pangan swasta terbesar di Indonesia dapat memenuhi kebutuhan tersebut. “Untuk proses pertama dapat dimulai dengan akreditasi dari Australia, China dan Uni Eropa,” katanya.

Memenuhi kebutuhan para pelanggan, maka Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech Bogor telah meningkatkan kompetensinya dengan memperluas ruang lingkup akreditasi di bidang keamanan pangan seperti uji mikrobiologi, uji vitamin, uji asam lemak, uji logam berat, uji residu pestisida, uji proksimat, uji bahan tambahan pangan, uji asam amino, uji nutrition facts dan uji keamanan pangan lain.

Di kesempatan ini, Direktur Utama SIG Yahya Taufik mengatakan bahwa pihaknya optimistis akan meraih akreditasi internasional karena saat ini laboratorium SIG memiliki SDM dan fasilitas pendukung yang memenuhi syarat. “Kami targetkan dalam dua tahun ke depan kami akan dapat meraih akreditasi internasional,” katanya.